RENUNGAN ULAMA SAMPAN

Cerita ini mungkin sudah dikenal di tanah melayu, sebuah cerita tentang seorang ulama’ yang alim, sholeh yang mana kehidupanya hanya untuk beribadah kepada Alloh SWT, sholat, puasa, zakat dan semua hal demi Alloh SWT. Ulama’ ini dikenal dengan sebutan Ulama’ Sampan.

Al Kisah di negeri melayu ada seorang ulama yang datang dari negeri seberang dengan menaiki perahu sampan dia adalah seorang yang Alim, Sholeh, Ta’at Ibadah dan Perilakunya penuh dengan kebajikan, segala hal yang bersangkutan dengan hidupnya selalu digunakan untuk beribadah, sangking alimnya ulama’ ini dia sengaja hidup menyendiri di sebuah hutan yang tak jauh dari perkampungan penduduk desa demi menjaga agar sang ulama’ dijauhkan dari berbuat salah kepada manusia.

Hingga pada suatu hari dimusim hujan telah tiba, penduduk kampung mendapat kabar dari ketua suku bahwa akan ada banjir besar yang akan melanda perkampungan tersebut, sehingga penduduk kampung disarankan untuk mengungsi dari perkampungan agar selamat dari banjir.

Setelah diadakan koordinasi oleh ketua suku, salah satu penduduk berkata bahwa masih ada satu orang lagi yang hidup di hutan tak jauh dari kampung tersebut, ianya adalah seorang yang alim dan taat ibadah. Mendengar cerita itu ketua suku mendatangi ulama’ tersebut dengan maksud memberi tahu bahwa akan ada banjir besar yang akan melanda wilayah kampung ini, dan mengajak sang ulama’ untuk mengungsi di tempat yang aman dari banjir, sang ulama’ berkata kepada ketua suku “wahai ketua suku… aku akan baik baik saja, Alloh SWT pasti akan menolongku, sebab aku sudah memasrahkan hidupku, amal ibadahku dan semua yang aku lakukan hanya untuk Alloh SWT, jadi Alloh pasti akan menolongku dan kau tak usah kuwatirkan aku”. mendengar penjelasan itu ketua suku pun pulang untuk mengkoordinir penduduk desa mengungsi.

Esok harinya hujanpun turun dengan derasnya dan banjir sudah sebatas mata kaki di perkampungan, melihat keadaan itu ketua suku datang ke rumah ulama tadi dengan maksud mengajak sang ulama’ mengungsi bersama penduduk lainnya, namun apa jawaban sang ulama’… “wahai ketua suku… aku akan baik baik saja sebab Alloh SWT pasti akan menolongku, sebab aku sudah memasrahkan hidupku, amal ibadahku dan semua yang aku lakukan hanya untuk Alloh SWT, kau tak akan bisa menolongku, yang bisa menolongku hanya Alloh semata, jadi Alloh pasti akan menolongku dan kau tak usah kuwatirkan aku, pulanglah kau”. mendengar jawaban sang ulama’ ketua suku pun pulang dengan tangan hampa.

esok harinya banjir telah setinggi perut, melihat keadaan demikian kepala suku tidak tega dengan sang ulama’, ketua suku mencari kayu pohon dan dikumpulkan agar bisa dijadikan sampan untuk menolong sang ulama’, namun sesampainya di rumah sang ulama’ lagi lagi sang ulama’ berkata sama seperti sebelumnya “wahai ketua suku… aku akan baik baik saja sebab Alloh SWT pasti akan menolongku, sebab aku sudah memasrahkan hidupku, amal ibadahku dan semua yang aku lakukan hanya untuk Alloh SWT, kau tak akan bisa menolongku, yang bisa menolongku hanya Alloh semata, jadi Alloh pasti akan menolongku dan kau tak usah kuwatirkan aku, pulanglah kau sebab aku akan baik baik saja”. untuk kesekian kalinya ketua suku pulang dengan tangan hampa.

esok harinya lagi banjir sudah setinggi separuh rumah, sang ulama’pun terdesak dan dia naik ke atap rumah agar tidak tenggelam oleh banjir, lagi lagi ketua suku datang dengan menaiki sampan dan mengajak ulama’ ikut dengannya mengungsi, sebab banjir sudah setinggi separuh rumah, tapi jawaban ulama masih sama seperti sebelumnya, dan ketua suku pun kembali pulang dengan tangan hampa.

Esok harinya lagi banjir sudah setinggi rumah, namun kali ini kepala suku tidak datang karena banjir yang teramat besar, tetapi dari atas datanglah sebuah helikopter dengan maksud mencari apakah masih ada penduduk yang belum mengungsi, akhirnya sang pilot menemukan ulama’ tadi berada diatas rumah yang terendam banjir. Wahai…. ulama’ alim… mari ikut saya naik ke helikopter sebab banjir akan semakin tinggi, saya takut anda akan tenggelam karena banjir… teriak sang pilot dari atas helikopter sambil melempar tali ke ulama’ tadi. Namun apa yang terjadi, sang ulama’ berkata kepada pilot helikopter “wahai pilot helikopter… tak usah kau khawatir kepadaku, aku akan baik baik saja, pulanglah kau, Alloh SWT pasti akan menolongku sebab hidupku hanya untuk ibadah kepadanya jadi pulanglah kau, kau tak akan bisa menolongku, yang bisa menolongku hanya Alloh semata”.

setelah lama berargumen sang pilotpun pergi meninggalkan ulama’ sebab sang ulama’ bersikukuh pada keyakinannya bahwa dia pasti akan diselamatkan oleh Alloh SWT. setelah esok harinya banjir tak kunjung berhenti dan semakin tinggi hingga akhirnya sang ulama’ tersebut meninggal dunia dan terapung di air karena banjir.

dalam keadaan demikian seketika itu sang ulama’ bangun, ternyata semua itu hanyalah mimpi semata. Namun karena dia adalah ulama’ sholeh, alim dan ta’at dia pun berdo’a, didalam do’anya dia protes kepada Alloh SWT kenapa dalam mimpinya, DIA (Alloh) tidak menolongnya dari banjir yang sangat besar.

Mendengar pertanyaan dari sang ulama’ tadi Alloh pun menjawabnya “wahai ulama’ yg mengabdi kepadaKU, kau tau kenapa aku tidak menolongmu? sebab kamu sombong…!!!” mendengar jawaban Tuhannya seperti itu, sang ulama’pun bertanya kepada Tuhannya “mengapa aku sombong wahai Tuhanku, apa alasannya?”.

“Kau ingat pertama kali ketua suku datang kepadamu, dia memberitahu kau bahwa akan ada banjir besar, tapi kau malah mengusirnya bahwa AKU pasti menolongmu, tapi tahukah kamu siapa yang menyuruh dia datang kepadamu membawa berita tentang banjir besar, AKU… AKU yang menggerakkan dia agar dia datang kepadamu, AKU yang menolongmu waktu itu melalui dia, tapi apa jawabanmu, dengan sombongnya kau mengatakan dia (ketua suku) tidak akan bisa menyelamatkanmu.

Lalu kau ingat juga, untuk kedua kalinya hingga sampai dia datang dengan menggunakan sampan, dari jauh dia datang kepadamu, susah payah dia merakit sampan, banjir besar dia terjang untuk menolongmu, tetapi kau dengan sombongnya mengusir dia, kalau dia tidak akan bisa menolongmu, kau pikir siapa yang menggerakkan hatinya agar susah payah datang menolongmu, AKU…. AKU Tuhanmu yang kau pikir tidak akan menolongmu.

dan yang terakhir… kau pasti ingat, helikopter jauh jauh datang mencarimu, begitu dia datang, malah kau usir, padahal kau tau siapa yang menggerakkan hatinya agar dia mencarimu…? AKU… AKU-lah yang menggerakkan mereka, AKUlah yang menolongmu melalui mereka, tetapi kau masih sombong dan mengusirnya, apa mau kamu sebenarnya, apa kau ingin aku mengangkatmu ke langit..??? aku kabulkan kau KU angkat ke langit…. sebab kau menginginkan demikian..!!! (baca mati)

Dari cerita diatas dapatlah disimpulkan, bahwa pertolongan Tuhan, pertolongan Alloh SWT tidak selalu berupa keajaiban seperti yang kita pikirkan, pertolongan Alloh sangatlah misterius, adakalanya datang dari teman, keluarga bahkan dari orang yang kita benci sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: