SODASA RSI (Syarat Mempertemukan Suami Isteri)

Syarat mempertemukan suami istri (petemon lanang istri). Berdasarkan hari lahir, dari kedua suami istrii, dihitung dari neptu (urip). Panca wara, sad wara dan sapta wara dijumlahkan semua kemudian di bagi 16. artinya angka 16 itu dipakai titik pertemuan bersisa antara lain:

Yang bersisa 1 artinya alamat baik

Brahmana yoninya gemar memuja betara dan berdagang penghidupannya, tetapi jika awal urip suami istri itu sama, anaknya pertama /sulung akan mati kemudian selalu berbahagia dan sentosa

Sisa/temu 2 artinya: ”TIWAS PADIWARA’

Tidak kurang sedih hati senantiasa menderita sengsara kemudian akan bercerai su Indra Yoninya.

Sisa/temu 3 artinya: ”TIGA MAPASIH”

Tidak pernah berkata sepakat, selalu bertentangan , suasana rumah tangga kearah wisya yoninya.

Sisa/temu 4 artinya: ” Catur GADABAH”

Sang istri berkuasa dalam rumah tangga , sang laku kalah. Sang laku menjadi istri.

Sisa/temu 5 artinya: ”Werdi wekasan”

Suami istri selalu berkasih kasihan dalam kehidupan Indria Yoninya.

Sisa/temu 6 artinya: ” Halakarma”

Bercerai atau mati salah satu tak tenang dalam rumah tangga kemudian setelah beranak pari paripurna, tetapi kurang cita mencintai, angsa yoninya serba suci untuk menyelamatkannya.

Sisa/ temu 7 artinya: ”HAYU PASUKARMA”

Tetapi sudah bercucu akan mati akan bercucu agak lama. Perak dan emas banyak kemana ia pergi selamat parpurna, basaya yoninya. Hasilnya atau pahalanya akan berkembang.

Sisa/temu 8 artinya: ”TANAMETEN”

Bercerai atau mati salah satu tak tenang dalam rumah tangga kemudian setelah berantakan pari paripurna tetapi kurang cinta mencintai yoninya serba suci untuk menyelamatkan.

Sisa/temu 9 artinya: ”ALA KAGERINGAN”

Tidak patut dipertemukan, gila-gilaan anaknya seolah-olah terkutuk, suami kurang hawa nafsunya Chandala Yoninya.

Sisa/temu 10 artinya: ”NARI UTAMA”

Sang laki tunduk pada sang istri, sang laki senantiasa takut pada istri.

Sisa/temu 1 artinya: ”SRI EMAS”

Terlalu baik, sugih indah , anak banyak pun harta benda tidak kurang keluarga atau famili menaruh kasihan.

Sisa/temu 12 artinya: ”HALA HAYU GUNG PAHALNIYA”

Sang istri hormat/bakti kepada sang laki tidak pernah curang kemana ia pergi bersama-sama dengan istrinya karena cinta waisya yoninya.

Sisa/temu 13 artinya: ”SINGA GATAN”

Keluarga menjauh banyak hal-hal yang aneh-aneh menjadi kaya raya, bahayanya mati mendadak, kalau panjang umur dalam rumah tangga makmur dan selama-lamanya bersuka-sukaan.

Sisa/temu 14 artinya: ”HALA SUKARTAN PATUT BIJAKTA MAPASAH”

Ditinggalkan oleh famili si laki mereka akan menjadi miskin, salah besar selalu berselisih , si laki kalah oleh si perempuan.

Sisa/temu 15 artinya: ”PATUT SIDHA KARYA”

Hayu artinya berkembang biak putra pula putri suami istri bergembira, tenang keadaan rumah tangga panjang umur, segala pekerjaan / usaha beruntung besar.

Sisa/temu 16 rtinya: ”

Apa yang dikatakan selalu tidak di mufakati oleh si perempuan demikian pula sebaliknya apa yang dikatakan di permepuan dialahkan oleh sang pria, segala pekerjaannya semua gagal, tidak tentram dalam rumah tangga.

Contoh akan mencari baik dan buruknya pertemuan bersuami istri berpedoman pada SODASA RSI dan menurut perhitungan yang diterangkan dengan penjelasan sisa/temu;

Urip si A laki-lai lahir pada hari/maotonan hari: selasa kliwon, uku tambir jatuh pada wurukung mulai menghitung urip:

Selasa = 3

Kliwon = 8

Wurukung = 5

———————-

Jumlah = 16

Memperistrikan seorang gadis bernama si B lahir / maweton pada hari Rebo Kliwon wuku Matal. Jatuh Pada maulu mulai menghitung urip:

Rabu = 7

Kliwon = 8

Maulu = 3

———————

Jumlah = 18

Jumlah urip weotn laki-laki dan istri= 16+18=34 untuk mengetahui pertemuannya, jumlah itu dibagi 16=2 (34:16=2 atau 16X2=32 jadi 34-32=2 , angka 2 ini merupakan sisa/temu) pertemuan si A dengan si B disebut temu/sisa 2 Baik dan buruknya lihat daftar.

BESAR URIP SAPTAWARA BESAR URIP SADWARA

Redite =5 Tungleh = 7

Soma =4 Aryang = 6

Anggara =3 Urukung = 5

Budha =7 Paniron = 8

Werespati =8 Was = 9

Sukra =6 Maulu = 3

Saniscara =9

BESAR URIP PANCAWARA

Umanis = 5

Paing =9

POn =7

Wage =4

Kliwon =8

PERTEMUAN SUAMI ISTRI

*

Jika laki-laki lahir pada hari Umanis jangan dikawinkan kepada hari POn, segera menemui ajalnya
*

Jika laki-laki lahir pada hari Paing jangan dikawinkan istri lahir pada hari wage mereka akan menemui ajalnya/bercerai
*

Jika laki-laki lahir pada hari PON jangan dikawinkan pada istri yang lahir pada hari kliwon, mereka akan meninggal dunia menyebabkan akan berduka cita.
*

Jika laki-laki lahir pada hari Kliwon jangan dikawinkan dengan istri yang lahir Paing, mereka bersama-sama menderita, marabahaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: